. Hikmah Perennial Institute: Esai

INDEKS

Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Esai. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Juli 2010

Apa Sih Filsafat Indonesia Itu?



Oleh Ferry Hidayat


Berawal dari pertanyaan yang tiba-tiba menggelitik gue dua tahun yang lalu (2005) "kenapa sih gak ada Filsafat Indonesia?".Padahal orang Indonesia gak kalah jeniusnya, gak kalah gokilnya, gak kalah kreatifnya dan gak kalah pinternya dengan orang di wilayah dunia yang lain. Maka, dengan bekal nekat dan dengan dukungan temen-temen nongkrong dan temen-temen diskusi, gue akhirnya mutusin buat meneliti dan membuat riset tentang Filsafat Indonesia. Alhasil, riset gue itu menghasilkan kajian baru yang gue beri nama dengan 'Kajian Filsafat Indonesia".

Ternyata gue gak sendirian. Sebelum gue, sudah ada beberapa pakar filsafat yang sudah mikirin hal yang sama dengan gue. Mereka misalnya Mohammad Nasroen (1907-1968) , beliau adalah guru besar filsafat di Universitas Indonesia. Dia sempet nulis buku yang ngebahas Filsafat Indonesia, judulnya  Falsafah Indonesia (Jakarta: Penerbit Bulan Bintang, 1967), yang di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) dikategorikan sebagai ‘buku langka’ dengan Nomor Panggil (Shelf Number) 181.16 NAS f.


Mengukuhkan Agama Adat

Oleh Hardiansyah Suteja



The land doesn't belong to any individual:
it belongs to the dead, the living, and those not yet born.
You have the land only for a short time,
to use it and to leave it. The land belongs to all of us.
--Ole Simel, Maasai

Terhadap badan/aliran kebatinan, Pemerintah berusaha menyalurkannya kearah
pandangan yang sehat dan kearah ke-Tuhan-an Yang Maha Esa. Hal ini sesuai
dengan ketetapan M.P.R.S. No. II/MPRS/1960, lampiran A. Bidang I, angka 6.
(Penjelasan Perpres UU No. I/PNPS/1965)

Lain Ladang Lain Belalang

Oleh Reno Azwir



Apa pun yang muncul di benakmu bahwa Kami seperti itu—Kami tidak seperti itu!
Apa pun yang ada dalam pemahamanmu bahwa Kami seperti itu—
Kami tidak seperti itu!
Apa pun yang ada dalam pemahamanmu adalah yang diciptakan—
Dalam kenyataannya, ketahuilah wahai hamba,
bahwa Kami adalah pencipta!
[Sana’i dari Ghazna]

Menanti Kelahiran Nabi Baru

oleh Reno Azwir

Tanggal duabelas bulan Rabi’ul Awal tahun 1429 Hijriah ini, bertepatan dengan duapuluh Maret 2008, umat Islam dunia memeringati hari lahir seorang manusia agung nan memesona, Muhammad Saw. Anak Abdullah bin Abdul Muthalib. Buah manis pernikahannya dengan bunga kota Makkah kala itu, Siti Aminah. Mereka berdua tentu tak tahu menahu, bahwa kelak anak semata wayangnya akan menjadi manusia paling sempurna yang pernah dilahirkan di bumi ini. Dalam catatan sejarah hingga kini, praktis hanya Muhammad-lah yang memiliki kategori keunikan tersendiri yang tiada banding. Bentuk dasar utama dan rujukan satu-satunya bagi mereka yang ingin mendekati hidup sebagai manusia sempurna (al-insan al-kamil). Dan sebagai manusia sediakala (al-insan al-qadim). Dua atribut itu menjadi jembatan antara alam makrokosmos dan mikrokosmos sekaligus. Keluhuran budi dan tingginya kualitas akal serta intuisi Nabi Muhammad Saw, adalah sejarah Islam itu sendiri. Ia menyejarah bersama waktu.
 

Pengikut

© 2009 Free Blogger Template powered by Blogger.com | Designed by Amatullah |Template Design